CINTA ITU SAKIT
Saat luka itu kembali terkoyak
Hanya mampu merintih menahan sakitnya
Hanya mampu memegang tanpa menyeka
Hanya mampu terdiam tanpa memprotes si
penyebabnya
Kadang perih sampai tak kuat rasanya
menahan
Dia yang selalu melihat, mengamati
setiap luka yang di toreh
Menatapku datar
Menggertak kala ku mengerang
Dia yang menatapku iba, ketika ku basuh
lukaku
Kemudian mengibas tanganku saat ku
balut luka itu
Mencoba terus menahan
Membentengi diri dari usapnya
Mengahalangi diri dari belainya
Aku yang tak mampu menghindar
Aku yang tak mampu menggertak
Menerima segala laku dan lukanya
Ketika ku minta menggantikanku,
mampukah dia ?
Saat ku berharap balut lukaku,
sanggupkah dia ?
Hanya diam, diam, dan diam
Cukup menjawab saat dia bertanya
Cukup memberi saat dia meminta
Dan hanya bisu saat dia melukai lagi
Untuknya yang disana, tetaplah seperti
itu
Agar aku tak semakin terlena
Agar aku tak semakin terjerembab
Agar aku tak semakin terpuruk
Olehnya, karenanya
Yang tak pernah bisa ku isi relungnya







0 comments:
Post a Comment